ABI gelar Suminten (ora sido) Edan

Di hampir penghujung bulan Agustus 2018, tepatnya tanggal 29 Agustus, kembali ABI BUDAYA menggelar sebuah pergelaran kesenian tradisional, Kethoprak, untuk yang kedua kalinya, setelah Kethoprak pertama yang digelar Agustus 2017 yll. Berbeda dengan kethoprak pertamanya yang mengangkat tema di kerajaan Majapahit. Tahun 2018 ini, ABI Budaya mengambil lakon SUMINTEN (ora sido) EDAN, dimana mengabil tema warog di Jawa Timur. Sebuah parodi dari cerita legendaris SUMINTEN EDAN, dalam lakon ini diceritakan yang menjadi “Edan” justru ibu dari Suminten, atas gagalnya pernikahan Suminten dengan Raden Mas Subroto.

Selain digelar dalam memperingati Bulan Agus Nasional, kethoprak ini juga untuk memperingati HUT RI ke 73, khususnya di desa Sembungan, dimana sebagai desa kelahiran komunitas ABI ini. Pertunjukan gratis ini bertempat di Gedung Pertemuan Pak Pele Sembungan (PPS) Kasihan, Bantul. Tak pelak lagi ratusan warga tampak antusias menyaksikan adicara budaya ini. Beberapa warga pun turut menyumbang beberapa kesenian di panggung pentas, sebelum acara utama Kethoprak dimulai.

Menurut pimpinan ABI Budaya, Agus Raka, S.Sn. Melestarikan seni budaya, khususnya kesenian tradisional menjadi kewajiban kita bersama. Untuk itu, melalui komunitas Agus Bumi Indonesia, kami mencoba bergerak secara langsung dalam mempertahankan dan melestrarikan kesenian kethoprak, kesenian tradisional yang masih banyak penggemarnya ini. Seniman Agus Dygta, kali ini dipercaya sebagai penulis naskah dan sutradaranya. Sementara pimpinan produksi oleh Agus Widya. Pada pertunjukan SUMINTEN (ora sido) EDAN ini juga didukung oleh seniman kethoprak, Kiryadi serta Agus Sulistiyono, SE,MT (DPR RI) selaku bintang tamu. Selebihnya peraga diperankan oleh Agus Agus anggota komunitas ABI sendiri.

     

      

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *